Jejak-jejak kabur

Posted On Juli 10, 2008

Filed under KuKarang

Comments Dropped leave a response

       Awali harimu dengan senyuman. Itu sebaris kata yang dia ucapkan sebelum meninggalkanku. Kemudian dia berjalan melewati samping pepohonan yang rimbun terjajar rapi di sampingnya. Jejak-jejaknya kabur tertiup angin kerinduan. kerinduan dari diriku yang selama ini terbalas dengan pertemuan yang sangat singkat. Hingga ku tak mampu lagi berkata. Dia yang mengikat energiku,dia yang menimbulkan semangat hidupku dan dialah satusatunya yang menyayangiku setulus hati. Telah pergi untuk selamanya. 

Tanah merah disampingku masih basah oleh derai hujan yang membasahi 5 menit yang lalu. Tangisku masih melembabkan wajahku. Bunga kamboja dan nisan berbatu menjadi saksi bisu pertemuan yang luar biasa antara diriku dengannya.

“Kita akan tetap bersama selamanya, walau di dunia nyata kita tak dapat mengikatnya dengan tali pernikahan, namun insya Allah bila kau tak menodai cintaku kita kan menyatukannya di surga kelak”, Usaplah air matamu, jangan kau terus tangisi aku, sunggingkan senyunm untukku, karena itulah yang mampu membahagiakan aku.” Zahra , demi aku Awali hari-harimu dengan senyuman!” itu beberapa kalimat yang dia ucapkan. Masih terus terngiang dalam memori otakku. Bersambung.